Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Agen Pulsa Cari Downline : Pulsa murah

Sebelumnya terima kasih sudah mau berkunjung ke blog saya. Dan jangan lupa tinggalkan comment ya.
Begini, saya mau menawarkan pulsa murah untuk anda. Jika anda beli pulsa 5 ribu, mungkin harga di pasaran 6 ribu. Namun dengan mengikuti program ini, anda akan mendapatkan harga yang lebih murah. Tidak hanya dinikmati sendiri, tapi anda juga bisa menjualnya lagi kepada orang lain. Pasti untung kan. Selain itu cara transaksinya juga mudah. Oh iya hampir saja lupa, keuntungan lain yang anda dapatkan, hanya dengan 1 chip ( sim card ) anda bisa transaksi ke seluruh operator, selain itu deposit minimal disini adalah 50.000 saja. Cukup menggiurkan ya. 
Berikut list harga yang saya tawarkan untuk anda.


*nominal = harga
TELKOMSEL JATIM ( khusus nomor regional Jatim )
5 = 5225
10 = 10175
20 = 20025
25 = 25175
50 = 50025
100 = 97325


TELKOMSEL NASIONAL
5 = 5375
10 = 10375
20 = 20175
25 = 25300
50 = 49375
100 = 97425


FLEXI NASIONAL
5 = 5025
10 = 9975
20 = 19775
25 = 24525
50 = 48875
100 = 97575


FLEXI SURABAYA ( khusus nomor daerah Surabaya )
5 = 4925
10 = 9725
20 = 19275
25 = 24075
50 = 47975
100 = 95575


INDOSAT
2 = 2225
5R = 5225 ( reguler )
5S = 5225 ( sms )
5G = 5225 ( gprs )
10R = 10225
10S = 10225
10G = 10225
25R = 24975
25S = 24975
25G = 24975
50 = 49475
100 = 98725


XL
1 = 1275
5 = 5425
10 = 10375
25 = 25075
50 = 50025
100 = 99875


FREN
5 = 5075
10 = 9925
20 = 19675
25 = 24525
50 = 48725
100 = 97575


HEPI 
5 = 5275
10 = 9975
20 = 19675
25 = 24475
50 = 48775
100 = 97575


3
1 = 1225
2 = 2225
3 = 3225
5 = 5075
10 = 9925
20 = 19575
25 = 24450
30 = 29275
50 = 48825
100 = 97325


STAR ONE
2 = 2225
5 = 5325
10 = 10325
25 = 25075
50 = 49575
100 = 98775


SMART
5 = 5075
10 = 9925
20 = 19675
25 = 24525
50 = 48725
100 = 97575


ESIA
1 = 1325
5 = 5325
10 = 10275
11 = 11175
20 = 20175
25 = 25275
50 = 49875
100 = 99375


AXIS
1 = 1175
2 = 2175
3 = 3175
4 = 4125
5 = 5000
10 = 9850
20 = 19575
25 = 24425
50 = 48575
100 = 97175


CERIA
5 = 4850
10 = 9575
20 = 18975
50 = 47075
100 = 94075


Selain pulsa, saya juga melayani pembelian Token PLN, Cabal, Gemscool, Lyto, megaxus, zynga, Rose Online, dan banyak lagi lainnya. Jika berminta silahkan comment di bawah. 
Berminat hubungi saya di erdeisha@gmail.com

Sabtu, 24 Desember 2011

Hakikat dan Metode Puisi


A.   HAKIKAT PUISI
1.  Pengertian puisi
Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan (Sitomorang, 1980:10).
Ada beberapa pengertian lain.
a.       Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
b.      Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit, samar dengan makna yang tersirat di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.
c.       Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.
d.      William Wordsworth (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.
e.       Percy Byssche Shelly (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah rekaman dari saat-saat yang paling baik dan paling senang dari pikiran-pikiran yang paling senang.
f.        Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.
g.       Lescelles Abercrombie (Sitomurang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekspresi dari pengalaman imajinatif, yang hanya bernilai serta berlaku dalam ucapan atau pernyataan yang bersifat kemasyarakatan yang diutarakan dengan bahasa yang mempergunakan setiap rencana yang matang serta bermanfaat
Jadi puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
2.             Unsur - unsur intrinsik puisi adalah
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan
3.              Struktur Fisik Puisi
Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.
(1)  Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya.
(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu .Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna .Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6) Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum.
4.       Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.
(1) Tema merupakan  pokok persoalan (subyek matter) yang dikemukakan oleh pengarang melalui puisinya
  (2) Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
(3) Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa.
(4) Amanat/tujuan/maksud adalah tujuan penyair dalam menciptakan puisi tersebut.

B.   METODE PUISI
1.      Metode Penulisan Puisi
·        menentukan tema puisi yang akan ditulis.
·        Memilih kata-kata yang tepat atau yang sesuai, yang dapat mewakili perasaan pengarang.
·        Menggunakan atau memilih gaya bahasa yang akan digunakan sehingga puisi tersebut akan menjadi indah dan enak untuk dinikmat;
·        Menentukan pengimajian puisi.
·        Menentukan bentuk tipografi dan lain-lain.
·        Perbaikan atau revisi
2.      Metode Membaca Puisi
·        Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Poetry Reading
·        Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Deklamatoris
·        Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Teaterikal

Untuk mendapatkan file pdf nya bisa didownload disini Hakikat dan Metode Puisi

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons